Wisata Pantai

1.Pantai marina

 

Pantai Marina merupakan taman rekreasi yang murah meriah bagi warga Semarang. Kita bisa menghirup segarnya udara pantai dan memandang laut lepas. Setiap Minggu pagi Pantai Marina didatangi banyak pengunjung, rata rata datang bersama keluarga.

Lokasinya berada sebelah timur PRPP, masuk Kelurahan Tawangsari, Semarang Barat. Atau sebelah utara perumahan Royal Family, jika melihat patung elang cukup besar di bundaran, di belakangnya merupakan pintu masuknya. Disamping untuk rekreasi keluarga, Pantai Marina juga biasa untuk rekreasi muda-mudi yang mamadu kasih, dan tempat mangkal speed-boat, dan lokasi ideal bagi para pengil.

2. Pantai Maron

Pantai Maron Semarang letaknya hanya beberapa ratus meter dari ujung runway bandara Ahmad Yani Semarang tetapi jalan menuju ke sana masih berupa tanah tidak rata. Sehingga cukup menyulitkan mobil pribadi yang mau mengunjungi Pantai Maron, apalagi bila turun hujan. Sangat tidak direkomendasikan menggunakan mobil sedan. Di sebelah baratnya terdapat pantai Tirang, kondisi air lautnya lebih jernih daripada Pantai Marina. Seandainya sarana pendukungnya seperti jalan masuk dan sebagainya, sudah bagus, kawasan ini akan menjadi salah satu obyek wisata unggulan.

3. Pantai tirang

Sebagaimana Pantai Maron, Pantai Tirang yang terletak di sebelahnya ini, terletak di ujung landasan pacu bandara A Yani Semarang, kurang lebih 5 Km jaraknya dari Pantai Marina yang terletak di sebelah. Sebenarnya air lautnya lebih bersih dan biru dari Pantai Marina, namun karena kurang tergarap dengan baik, Pantai Tirang di sebelah barat kanal, dan Pantai Maron di sebelah timur kanal, agak kumuh. Apalagi pantai Tirang belum bisa dijangkau mobil. Menuju ke sana bisa dari Perumahan Graha Padma di Kelurahan Krapyak, Semarang Barat, atau lewat Bandara A Yani, ke utara.

—————————-

Wisata Religi & Bangunan Kuno

1. Masjid agung jawa tengah

Masjid Agung Jawa Tengah beserta fasilitas pendukungnya terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang. Menempati tanah bandha Masjid Agung Semarang seluas 10 ha dan mampu menampung jamaah lebih kurang 13.000 orang. Di samping bangunan masjid utama yang cukup besar dan menarik, juga dilengkapi fasilitas-fasilitas yang lain seperti : ruang kantor, ruang kursus dan pelatihan, ruang perpustakaan, ruang akad nikah dan auditorium.

2. Pagoda Buddhagaya Watugong

Pagoda Avalokitesvara di Vihara Buddhagaya Watugong, Semarang, ditetapkan Museum Rekor Indonesia sebagai pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda yang memiliki tinggi 45 meter itu, dibangun tujuh tingkat. Menurut sejarahnya, vihara ini merupakan Vihara pertama di Indonesia setelah keruntuhan kerajaan Majapahit. Pada tahun 1955 YM Bhante Narada dan Bhante Ashin meresmikan vihara tersebut. Saat kedatangan YM Narada di Indonesia, beliau berkenan untuk membangun vihara tersebut.

3. Lawang Sewu

Lokasi : Jl. Pemuda Semarang

Pemilik : Departemen Perhubungan : Perusahaan umum Kereta Api

Bangunan ini dijuluki Lawang Sewu ( pintu seribu ) karena memiliki banyak pintu disamping busur – busur yang mengesankan rongga, yang memenuhi facade bangunan ini. Komplek lawang Sewu terdiri atas dua massa bangunan utama. Di sebelah barat berbentuk “L” dengan berbagai ruangan dan tangga yang unik dan kuno. Sedangkan yang satunya, berupa ruangan luas, dengan pintu-pintu berjajar yang jumlahnya cukup banyak, sehingga dinamai Lawang Sewu. Dibangun arsitek Karsten yang terkenal, di Jaman Belanda.

4. Masjid Besar Kauman

Masjid ini terletak di Jl. Alun-alun Barat No.11 Semarang di satu sisi, sedangkan sisi samping adalah jalan Kauman. Masjid Kauman merupakan rangkaian perkembangan dari sejarah pembangunan masjid di Semarang. Masjid pertama di Semarang, dulu terletak di daerah Mugas yang didirikan oleh Kyai Ageng Pandan Arang. Ketika beliau hijrah ke kota Semarang bagian bawah, lalu mendirikan Kabupaten Bubakan dan mendirikan masjid sebagai tempat ibadah.

5. Masjid Raya Baiturrahman

Alamat : Jl. Pandanaran No.126 Semarang, Nomor telepon : 024-831 015, dan berada di jantung kota Semarang, kawasan Simpang Lima yang padat dengan lingkungan hotel, mall dan bisnis.. Pembangunan Masjid Raya Baiturahman dimulai pada 10 Agustus 1968 dengan ditandai pemasangan tiang pancang untuk pondasi masjid sebanyak 137 buah. Masjid diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 15 Desember 1974. Keberadaan masjid ini hingga sekarang menjadi kebanggaan warga Semarang. Disamping bangunan masjid utama, juga dilengkapi toko buku, toko asesoris muslim, dan lain-lain.

6. Kelenteng Sam Poo Kong

Kompleks Kelenteng Sam po Kong Gedung Batu terdiri atas sejumlah anjungan. Bangunan pemujaan utama ialah Kelenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Kelenteng Tho Tee Kong : tempat – tempat pemujaan Kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng. Kelenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting di antara semuanya , dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan di komplek tersebut. Terletak di Gedung Batu, Kelurahan Bongsari Semarang, sekarang dilengkapi dengan patung Laksamana Cheng Hoo, raksasa.

7. Kelenteng Tay Kak Sie

Kelenteng Tay Kak Sie merupakan sebuah kelenteng tua yang didirikan pada tahun 1746. Kelenteng ini berada di Jalan Gang Lombok No 62 Kawasan Pecinan, Semarang. Kelenteng ini menjadi salah satu obyek wisata religi di Kota Semarang.

Kelenteng Tay Kak Sie pada mulanya hanya untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat, Yang Mulia Dewi Welas Asih, meski kemudian berkembang menjadi Kelenteng yang juga memuja Dewa Dewi Tao lainnya. Pada saat hari-hari besar Cina, ramai dikunjungi warga Cina Semarang maupun dari luar Semarang.

8. Gereja Blenduk

Gereja yang dibangun pada 1753 ini merupakan salah satu landmark di “kota lama” Semarang. Kawasan Kota Lama cukup luas dan dipenuhi dengan gedung-gedung kuno khas arsitektur Belanda bergaya Eropa. Sehingga tidak mengherankan, kawasan ini dulu dinamakan Little Nederland. Berbeda dari bangunan lain di Kota Lama yang pada umumnya memagari jalan dan tidak menonjolkan bentuk, gedung yang bergaya Neo-Klasik ini justru tampil kontras. Bentuknya lebih menonjol . Lokasi bangunan ini frontal menghadap Jl. Suari yang dahulu bernama Kerk Straat (Jalan Gereja). Bangunan gereja yang sekarang merupakan bangunan setangkup dengan façade. Di dalam gereja masih tersimpan organ kuno dari tabung pipa-pipa baja, yang sudah berusia ratusan tahun lamanya.

————————————-

Wisata Candi

1. Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Candi Gedongsongo, Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi.

Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan. Ada sembilan candi, yang berada di dataran tinggi, berpencar. Datang di sini, bisa menyewa kuda, sehingga tidak lelah waktu mengelilingi ke-sembilan candi tersebut, sampai ke puncak dataran yang paling tinggi, sambil naik kuda yang dituntun pemandunya. Namun banyak juga yang jalan kaki biasa. Dilengkapi berbagai fasilitas mandi air panas belerang, yang sangat baik untuk penyakit kulit. Juga dijual sate kelinci, bagi para pengunjung yang sudah sedang istirahat duduk lesehan di tikar yang disediakan.

2. Candi Tugu

Candi Tugu ini berada pada Jalan Mangkang Km. 11, sekitar 2 km dari Kampus IAIN Walisongo, arah Semarang – Jakarta berada di sisi kanan jalan, atau beberapa ratus meter saja dari RSUD Tugurejo. Di tempat ini, konon adalah candi perbatasan antara kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Lama tak terurusi, pada era penjajahan Belanda, tahun 1938, atas masukan Sejarawan J Knebel, diadakan pemugaran terhadap situs ini. Lalu di bawah situs tersebut diletakan prasasti. Terletak di atas bukit kecil, dengan pemandangan lepas ke utara, terlihat memanjang laut Jawa.

————————————–

Wisata Alam

1. Air Terjun Kali Pancur

Kawasan wisata alam Air Terjun Kali Pancur ini berada di Desa Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sekitar 14 km sebelah barat Kota Salatiga. Untuk menuju ke lokasi obyek wisata ini tidak ada sarana transportasi umum, jadi harus membawa kendaraan sendiri. Jika terpaksa harus naik kendaraan umum, bisa mengambil jurusan Kopeng – Salatiga. Jika telah sampai di Desa Wates Kecamatan Getasan, lantas jalan kaki, atau dengan naik ojek sekitar 3 km-an.

2. Kampoeng Wisata Taman Lele

Kampoeng Wisata Taman Lele terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air, kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa peliharaan , seperti merak, ular phyton, buaya dan berbagai jenis burung. Tempat ini cocok untuk persinggahan bagi mereka yang berkunjung ke Semarang melalui jalan darat atau jalur pantura ( Jakarta – Semarang ), karena lokasinya yang memang persis berada di jalur tersebut. Kalau masuk kota Semarang dari jurusan Barat, persis berada di tepi jalan besar. Dinamakan Taman Lele, karena dulunya tempat wisata ini penuh dengan kebun jambu keluthuk, ada pohon beringin raksasa, di bawah ada sumber mata air yang penuh dengan ratusan ikan lele.

3. Kawasan Wana Wisata Penggaron

Kawasan Wisata Penggaron Terletak di wilayah administratif Desa Susukan, Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarang. Sekitar 2 km arah Kota Ungaran atau sekitar 18 km arah Selatan Kota Semarang. Wana Wisata ini adalah salah satu hutan binaan Kesatuan Bisnis Mandiri Wisata, Benih dan Usaha Lain (KBM WBU I) Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Masyarakat sekitar Semarang biasa memanfaatkan Wana Wisata Penggaron ini untuk berbagai aktivitas. Udaranya sejuk dan bersih, karena penuh pepohonan.

4. Kawasan Wisata Umbul Sidomukti

Kawasan wisata umbul Sidomukti merupakan salah satu Wisata Alam Pegunungan di Semarang, berada di Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. Kawasan wisata ini dilengkapi fasilitas dan servis: Out bound Training, Adrenalin Games, Taman Renang Alam, Camping Ground, Pondok Wisata, Pondok Lesehan, dan Meeting Room. Ada empat buah kolam yang bertingkat dan dapat dipilih sesuai kedalaman yang diinginkan. Kalau hari libur, kawasan ini ramai pengunjung.

5. Rawa Pening

Rawa Pening adalah danau sekaligus tempat wisata air dengan luas 2.670 hektare yang menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Rawa Pening ini berada di cekungan terendah lereng Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. Daya tarik yang ada di Rawa Pening: Wisata Tirta: dengan perahu tradisional, Penghasil enceng gondok sebagai bahan kerajinan, penghasil Lumpur Hitam yang diambil dari rawa tersebut dan dijadikan rabuk gambut. Merupakan area pemancingan alam, dan menyatu dengan obyek wisata Bukit Cinta.

6. Curug Benowo

Curug Benowo terletak di Desa Kalisi di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Curug dalam Bahasa Jawa berarti Air Terjun. Eksotisme Curug Benowo ini mungkin sulit untuk dicapai orang kebanyakan, karena tempatnya benar benar alami, jalannya setapak, naik turun, mungkin hanya direkomendasikan pada para pecinta alam atau mereka yang suka tantangan.Tidak direkomendasikan untuk kebanyakan orang, apalagi untuk rekreasi keluarga. Di balik capeknya menjangkau medan tersebut, menuju lokasi Curug, akan terbayar oleh keindahan alam.

7. Taman Margasatwa Bonbin Semarang

Kebun Binatang Semarang atau lebih dikenal dengan nama “Bonbin” Semarang pertama berada di tempat yang sekarang menjadi kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Wonderia. Lalu pada tahun 1985, Bonbin Semarang direlokasi ke daerah Tinjomoyo. Dan pada tanggal 28 Februari 2007 Bonbin Semarang pindah lagi menempati areal baru di daerah Mangkang, tepatnya di Jl. Walisongo KM 16, seberang Terminal Mangkang. Tiap hari libur, kawasan ini ramai dikunjungi warga bersama keluarganya.

8. Kawasan Guo Kreo.

Lokasinya di jalan raya antara Manyaran – Gunungpati, 1Km sebelum Gunungpati, berada di kanan jalan. Ada guanya, sungai curam alami. Yang lebih menarik, di sini banyak kera liar yang akrab dengan para pengunjung. Lokasi dapat dijangkau dengan mobil dan bias untuk rekreasi sekeluarga.

———————————

Wisata Museum

1. Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah

Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah mencatat sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Tengah. Museum ini berada di lantai 2 dan 3 dari Tower Asmaul Husna di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Jalan Gajah Semarang. Artefak artefak seperti Iluminasi Al Qur’an, Wayang golek Menak, Wayang Sadat, Gayor Masjid Sunan Muria, Gamelan, Ornamen Dua Sisi, Ornamen Masjid Mantingan, Keramik, Koleksi peninggalan Islam Awal, Artefak Kapal dagang beberapa abad lalu, dan sebagainya. Sangat menarik untuk penelitian dan kunjungan bersama keluarga.

2. Museum Jamu Nyonya Meneer

Museum Jamu Nyonya Meneer merupakan satu museum jamu yang pertama di Indonesia. Museum jamu ini didirikan pada 18 Januari 1984. Tujuan dari didirikannya museum jamu ini yaitu sebagai cagar budaya untuk melestarikan warisan budaya leluhur sehingga dapat menjadi media edukasi serta rekreasi untuk generasi muda. Museum Jamu Nyonya Meneer ini terbagi menjadi dua bagian, pertama bagian yang menyajikan produktivitas jamu, menyangkut produktivitas secara tradisional, dan yang kedua masalah sejarah para pendirinya dan generasi berikutnya.

3. Muri, Museum Rekor Dunia Indonesia

Museum Rekor Indonesia didirikan atas prakarsa Jaya Suprana di kawasan industri Jamu Jago Jalan Perintis Kemerdekaan Semarang pada 27 Januari 1990 dan diresmikan oleh Menko Polkam Soedomo dan Menko Kesra Soepardjo Roestam disaksikan oleh Ketua PMI Pusat Ibnu Soetowo dan Gubernur Jawa Tengah, HM Ismail. Museum Rekor Indonesia yang kemudian lebih populer dengan sebutan Muri, yang diberikan oleh Soepardjo Roestam. Muri sudah memberikan penghargaan dalam berbagai bidang, khususnya warga Indonesia.

4. Museum Ronggowarsito

Museum yang terletak di jalan AbdurrahmanSaleh ini merupakan museum terlengkap di Semarang yang memiliki koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan dan wawasan nusantara. Dengan nama yang diambil dari nama salah satu pujangga Indonesia, yang terkenal dengan hasil karyanya dalam bidang filsafat dan kebudayaan, museum ini menempati luas tanah 1,8 hektare, museum ini dibuka setiap hari pukul 08.00 sampai 14.00 wib. Di pelatarannya dilengkapi dengan dua meriam kuno yang ditemukan ketika berlangsung penggalian tanah untuk pembangunan sebuah gereja di Jalan Gajah Mada Semarang.

5. Museum Mandala Bhakti

Bangunan ini pertama kali dirancang sebagai Raad van Justitie atau Pengadilan Tinggi bagi golongan rakyat Eropa di Semarang. Maka tidaklah heran apabila massanya sedemikian formal dan kaku. Perancangnya adalah arsitek I. Kuhr E. dari Firma Ooiman dan Van Leeuwen. Bangunan ini terletak frontal dari arah jl. Pemuda tepat di depannya adalah lapangan Tugumuda (dulu Wihelmina Plein). Melihat dari tahun berkaryanya Ir. Kuhr E. di Indonesia, diperkirakan bahwa bangunan ini merupakan salah satu cagar budaya kota Semarang.